bahaya resiko wifi publik gratis

Bahaya Penggunaan WIFI Publik Gratis

WiFi publik bagi sebagian orang kehadirannya dapat diibaratkan sebagai oasis di padang pasir. Fasilitas yang kerap ditemui di cafe ini mungkin biasa kamu manfaatkan untuk bekerja maupun sekedar menghemat kuota. Meski memiliki segudang manfaat, tahukah kamu bahwa WiFi publik memiliki resiko keamanan data yang tinggi.

Saat menggunakan WiFi public, data penting dan pribadi milikmu sangatlah rentan terekspos. Terutama saat mengakses email, membuka situs sensitif ataupun berbelanja online. Sifat jaringan Wifi publik yang terbuka menyebabkan perangkat kamu mudah disusupi peretas.

Salah satu yang paling umum adalah metode man in the middle. Metode ini memungkinkan peretas menjadi perantara di antara komunikasi perangkat pengguna dan jaringan internet.

Jika berhasil peretas mampu merekam seluruh aktivitas yang kamu lakukan. Lalu peretas dapat dengan mudah mengatur hal-hal yang bersifat pribadi seperti foto dan dokumen penting.

Dalam kasus yang cukup serius, peretas mampu mengambil informasi perbankan penting dan menggunakannya untuk melakukan transaksi ilegal dengan identitas pengguna. Hal ini lebih dikenal dengan istilah ‘identity theft’. Sayangnya meski penggunaan WiFi publik memiliki resiko keamanan yang nyata, tidak sedikit pengguna yang mengabaikan fakta ini.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Norton cyber security terhadap lebih dari 17000 pengguna di 17 negara menemukan bahwa sekitar 40% pengguna internet lebih mencemaskan bakteri yang ada di toilet ketimbang bahaya serangan cyber. Meski tidak semua WiFi publik memiliki resiko dengan cyber, kamu tentu harus selalu bijak dan hati-hati saat memanfaatkan fasilitas umum ini.

Ada beberapa tips untuk mengurangi resiko penggunaan WiFi publik

Pertama, jangan pernah menggunakan wifi publik untuk berbelanja online, membuka email penting dan mengakses situs penting seperti akun perbankan. Ketiga hal tersebut merupakan informasi yang paling sering dicari oleh peretas.

Kedua, pastikan kamu selalu mengunjungi situs yang memiliki alamat terenkripsi atau HTTPS dengan lapisan keamanan lebih dibandingkan situs HTTP.

Ketiga, jika memungkinkan gunakanlah selalu Virtual Private Network (VPN). VPN akan mengenkripsi komunikasi yang kamu lakukan di jaringan internet, sehingga menyulitkan penyusup untuk memonitor aktivitasmu.

Terakhir kamu bisa menerapkan autentikasi ganda setiap akun yang kamu miliki. Dengan demikian akunmu akan tetap aman meski peretas mendapatkan username dan password milikmu.

WiFi publik memang fasilitas yang sangat membantu banyak orang, tetapi tidak ada salahnya untuk tetap waspada saat menggunakannya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *